29 Oktober 2014

Pepaya, Buah Eksotis Kaya Manfaat

Pepaya (Carica papaya) termasuk salah satu dari jenis buah tropis yang penting. Buah ini tampaknya berasal dari selatan Meksiko dan Kostarika. Dibawa oleh penjajah Spanyol ke Manila pada pertengahan abad ke-16, kemudian berangsur-angsur menyebar ke berbagau negeri tropis dan subtropis. Saat ini pohon pepaya banyak di budidayakan di China, Srilangka, Malaysia, India dan tentu negeri tercinta Indonesia. 


Pepaya dinobatkan sebagai salah satu buah sehat. Berbagai kebutuhan harian tubuh berupa nutrisi esensial seperti protein, mineral dan vitamin C dalam pepaya semakin meningkat seiring proses matangnya pepaya. Pepaya memiliki manfaat bagi pengobatan dan telah dimanfaatkan sejak dulu kala. Tidak sekedar mudah dicerna, namun pepaya juga membantu tubuh mencerna makanan yang lain. Pepaya masak adalah tonikum (zat yang digu akan untuk mengembalikan kondisi normal dari jaringan dan meningkatkan nafsu makan) yang bermanfaat bagi pertumbuhan anak-anak, wanita hamil dan menyusui. Selain itu kandungan karbohidratnya juga memberikan energi ekstra bagi penikmatnya. Adapun kandungan nutrisi dalam buah dan daun pepaya berdasar penelitian dari Departemen Kesehatan RI (1979) :

Unsur `Komposisi
Buah Masak
Buah Mentah
Daun
Energi (kal)
Air (gram)
Protein
Lemak
Karbohidrat (gram)
Beta karoten (IU)
Vitamin B (mg)
Vitamin C (mg)
Kalsium (mg)
Besi (mg)
Fosfor (mg)
46
86,7
0,4
-
12,2
365
0,04
78
23
1,7
12
26
92,3
2,1
0,1
4,9
50
0,02
19
50
0,4
16
79
75,4
8
2
11,9
18.250
0,15
140
353
0,8
63
(*kandungan setiap 100 gram sampel pepaya)

Salah satu manfaat yang terkenal dari buah pepaya adalah melancarkan pencernaan. Ilmu pengetahuan modern berusaha mengungkap kebenaran anggapan nenek moyang tentang manfaat pepaya. Diantara manfaat terpenting yang ditemukan adalah enzim pencerna protein pada getah putih atau lateksnya. Enzim ini mirip dengan pepsin. Enzim yang ditemukan sangat kuat sehingga dapat mencerna protein 200 kali berat/beban pepaya itu sendiri. Ini berguna membantu enzim tubuh dalam mencerna nutrisi yang diperoleh dari makanan.


Manfaat berikutnya adalah mengobanti gangguan percernaan. Kandungan papain pada pepaya mentah atau mengkal sangat bermanfaat mengatasi kekurangan cairan lambung, kelebihan mukosa pada perut dalam dyspepsia dan secara rutin bermanfaat memperbaiki gangguan konstipasi alias sulit buang air besar, wasir berdarah dan diare kronis.
Masih ada manfaat lain, ternyata buah pepaya bisa mengobati cacingan. Dalam sistem pencernaan, papain yang terkandung pada getah pepaya muda merupakan antithelmintic alias pembasmi cacing yang kuat. Satu sendok makan jus segar dan madu secukupnya icampur dengan 3 sampai 4 sendok makan air panas adalah dosis bagi orang dewasa.
Pepaya sangat kaya dengan kandungan yang disebut caricin yang merupakan obat alami yang efektif untuk mengeluarkan cacing perut.
Untuk yang memiliki ganguan kullit, jus pepaya muda bersifat mengiritasi, itu berguna untuk mengatasi berbagai gangguan kulit. Pepaya mengatasi bengkak pada kulit, diantaranya mencegah kulit bernanah atau jerawat. Jus pepaya muda menghilangkan bintik-bintik hitam yang muncul karena paparan sinar matahari, serta menjadikan kulit halus dan bagus.


Daftar Pustaka :
Elfata, November 2011
Direktorat Gizi Kementrian Kesehatan. 1979. Analisi kandungan nutrisi pepaya. Jakarta.
http://4.bp.blogspot.com/-Brqh_YTqYTA/UnJdzEoOBeI/AAAAAAAAA3s/XaK-une_wjc/s1600/Khasiat-Pepaya.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-WXeImSqtR8Q/UMxTIPIe9VI/AAAAAAAAAIw/Q3H7cifhNR8/s1600/manfaat+pepaya+untuk+pencernaan.jpg


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silakan tinggalkan komentar anda, bila tidak memiliki akun, bisa menggunakan anonim...