28 Oktober 2014

Metafisika : Tenaga Dalam, Tenaga Setan?

Sebelumnya, saya ucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1436 H. Ngomong – ngomong di bulan suro (istilah Muharam dalam penanggalan Jawa) kayaknya pantes membahas hal-hal yang menurut saya misterius. Misalnya tentang “tenaga dalam”.
Hem… menarik, untuk mengungkap tabir tenaga dalam (dari perspektif penulis yah…), karena begitu banyaknya acara akhir-akhir ini makin banyak film dan sinetron yang mengetengahkan tenaga dalam sebagai sajian. Dari hasil riset kecil-kecilan yang dulu pernah saya lakukan, dengan seorang guru besar di Kampus tercinta dan beberapa penggiat metafisika ternyata ada kekuatan yang bisa di eksplorasi manusia dari dalam dirinya. Namun kemudian dalam sebuah kajian dikampus manusia bisa mendapat kekuatan metafisika dengan bantuan jin. Makin bingung ajah nih, padahal teman-teman saya ada yang mengaku  memiliki kemampuan “pukulan jarak jauh” dan mampu melihat perihal “ghaib” dan anehnya lagi itu sejak lahir, entahlah…he4


Nah, kemudian pasti akan muncul  beberapa pertanyaan menggelitik, bagaimana batasan tenaga dalam yang dikatakan natural dan yang berasal dari setan?
Ternyata sebagai manusia awam yang belajar metode saintifik, saya tidak bisa membedakan keduanya karena tidak bisa diukur atau ditakar dengan kualitas, efek dan bobotnya. Karena itu semua bersifat relatif. Kita juga kesulitan mengukur batas kemampuan manusia secara kasar. Kayu setebal 10 cm mungkin menurut pandangan kasar manusia sulit dipatahkan dengan kekuatan dan pukulan. Namun tidak mustahil bagi mereka yang terlatih melalui belairi yang bersifat natural seperti karate atau pencak silat.  Sementara meski terlihat ringan, kekuatan bisa saja.
Menurut pendapat penulis, yang menjadi tolak ukur disini adalah cara mendapatkan kekuatan tersebut. Kekuatan yang dilatih dengan cara-cara natural seperti angkat beban, latihan otot, pengembangan teknik “punch and kick”, senam pernafasan dan sejenisnya tanpa dibumbui dengan hal-hal mistik, maka kekuatan ini bisa muncul dengan natural. Tapi ketika cara mendapatkannya dengan dzikir-dzikir khusus (meski dibarengi dengan pernafasan atau senam sebagai formalitas), lelaku khusus, meditasi, pengisian dan sejenisnya, maka kekuatan yang muncul berasal dari setan.
Selain itu kadang Allah SWT memberikan kekuatan secara Cuma-Cuma kepada seorang mukmin yang bertaqwa, kekuatan yang bersifat tidak masuk akal, tidak bisa dipelajari dengan cara apapun, yang sering disebut sebagai karamah. Ada juga orang yang semenjak lahir sudah memiliki kekuatan ajaib atau memendam bakat luar biasa sehingga ketika diberi polesan sedikit saja dengan latihan bela diri secara wajar bisa mendapatkan hasil yang luar biasa, melebihi rata-rata orang kebanyakan. Hal itu bisa aja disebut dengan I’anah atau mui’inah. Orang kafir maupun muslim bisa memilikinya secara kodrati, untuk menunjukan kebesaran Allah SWT.
Maka kami anjurkan agar menghindari segala bentuk beladiri yang mencampur adukan berbagai macam acara ritual ke dalam latihan fisik yang dilakukan. Meskipun terbungkus dengan bentuk latihan yang wajar, yakni pukul memukul, bergulat dan sejenisnya, tetapi bila disertai dengan acara meditasi misalnya merapal doa-doa tertentu itu jelas beladiri yang mengundang setan sebagai sumber kekuatannya.
Pelajari secara wajar saja, niatkan dengan ikhlas bahwa bela diri ini kita lakukan untuk menjadi mukmin yang kuat untuk mempersiapkan diri melakukan tugas dakwah dan jihad yang bisa datang secara tiba-tiba. InshaaAllah semua akan bernilai ibadah dan terjaga dari hal-hal yang diharamkan. Allahu a’lam.

Gambar : diambil dari http://cdn.klimg.com/kapanlagi.com/p/headline/a/476x238/0000011063.jpg
Pustaka : Elfata, November 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silakan tinggalkan komentar anda, bila tidak memiliki akun, bisa menggunakan anonim...