9 November 2017

Technological, Pedagogical, Content Knowledge (TPACK)


TPACK (Technological, Pedagogical, Content Knowledge) adalah sebuah framework (kerangka kerja) dalam mendesain model pembelajaran baru dengan menggabungkan tiga aspek utama yaitu teknologi, pedagogi dan konten/materi pengetahuan (Mishra dan Koehler, 2006).
Kemajuan teknologi informasi yang sedemikian pesatnya, adalah sebuah keniscayaan bahwa guru harus menguasai teknologi untuk kemudian digunakan sebagai media pendukung dalam kegiatan pembelajaran. 

Selain penggunaan teknologi sebagai media belajar, dalam framework TPACK, pedagogi adalah aspek penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran.  Pedagogi bukan saja bagaimana mengembangkan seni-seni dalam mengajar,  atau mendesain kelengkapan instrumen-instrumen proses dan penilaian dalam pembelajaran, namun dituntut juga memahami siswa secara psikologis dan biologis. Dalam pemikiran secara pedagogis ini akhirnya ada sebuah penekanan, bahwa guru yang berhasil bukanlah guru yang hanya bisa menjadikan siswanya pintar seperti dirinya, namun lebih dari itu yakni berhasil membantu siswa dalam menemukan dirinya sendiri.  Minat, bakat serta karakter peserta didik akhirnya harus dipahami oleh seorang guru.


Contoh penerapan TPACK di dalam pembelajaran Kimia


Standard Kompetensi
:
Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia
Kompetensi Dasar
:
Menganalisis  teori jumlah pasangan elektron  di sekitar inti atom (Teori Domain Elektron) untuk menentukan bentuk molekul
Indikator
:
3.6.2 Menentukan kepolaran senyawa kovalen berdasarkan struktur Lewis
3.6.3 Menganalisis kepolaran senyawa kovalen berdasarkan geometri molekul
3.7.1 Menentukan geometri elektron dan bentuk molekul
Tujuan Pembelajaran
:
Siswa diharapkan mampu menentukan kepolaran berdasar struktur Lewis dan berdasar geometri molekul.
Siswa diharapkan mampu menentukan geometri electron dan bentuk molekul.
Metode Pembelajaran
:
Problem Based Learning Dengan memanfaatkan Program Chemsket



Dimensi Pengetahuan
isi
Pedagogi Pembelajaran siswa
Tekhnologi
Deklaratif
Menentukan geometri molekul berdasarkan struktur Lewis

Siswa dapat menentukan geometri berdasar struktur lewis
Internet untuk mencari referensi geometri molekul
Prosedur
Menentukan struktur geometri dengan bantuan software chemsket
Siswa dapat menentukan struktur geometri dengan chemsket secara praktikum langsung dengan menggunakan virtual Lab
Menggunakan virtual lab memanfaatkan software chemsket
Skematik
Menjelaskan efek dari kepolaran senyawa, mengetahui adanya gaya antar molekul diantara senyawa polar dan non polar
Menentukan efek kepolaran dengan chemsket, dengan menggali data beda elektronegatifitas dan dan sudut ikatan dari molekul tersebut
Virtual Lab dan Chemsket
Strategi
Penentuan kepolaran berdasarkan struktur Lewis dan Geometri
Mencoba beberapa senyawa untuk dicobakan pada software chemsket, sehingga siswa mampu membedakan geomtri dan kepolaran
Virtual Lab
Chemsket

8 November 2017

KISAH MALANG MEDUSA


Siapa yang tak kenal Medusa dalam mitologi Yunani? Seorang wanita yang dikutuk memiliki rambut ular ini dahulunya adalah seorang yang cantik, cerdas dan memiliki suara yang sangat indah.
Dahulu kala, di perpustakaan Athena, yang berada pinggir laut tinggal seorang perempuan bernama Medusa. Medusa ini adalah pecinta buku, maka ia sering duduk-duduk di samping perpustakaan Athena yang berada di pinggir Laut Tengah. Suatu hari, Medusa berenang dengan mengenakan pakaian bikini di pinggir pantai. Setengah jam dia berenang, kemudian istirahat dan membaca, namun tiba-tiba dari arah laut ada gelombang besar. Lalu munculah makhluk laki-laki, berotot, sempurna, six pack. Dan laki-laki itu tertarik dengan siluete/ bayangan (karena sudah senja) dari Medusa.


(Sumber Gambar : https://www.thinglink.com/scene/632843898821017600)

Naluri laki-laki itu berkata perempuan itu sendirian, pake bikini, di pinggir laut artinya minta disetubuhi. Dan akhirnya sosok lelaki itu yang tak lain adalah Neptunus (Poseidon) sang Dewa laut memperkosa Medusa. Medusa murka dan protes kepada Neptunus, dan Neptunus beralasan  bahwa Medusa sedang membaca buku romance dan pasti terangsang dengan bacaan yang ada di buku itu maka wajar kalo Neptunus memperkosa untuk memenuhi birahi Medusa.
Karena tak terima diperkosa, Medusa kemudian lapor kepada penyidik Athena. Ternyata penyidik ini, juga merupakan walikota dari kota Athena yang bernama Paris Athena yang juga merupakan seorang perempuan. Kemudian sang Paris Athena mengatakan bahwa tidak mungkin Neptunus memperkosa Medusa, pasti Medusa-lah yang menggoda atau merangsang Neptunus. Maka jatuhlah vonis kepada Medusa, bahwa Medusa telah melanggar aturan hukum Athena dengan menggoda Neptunus sang dewa laut dengan menampilkan penampilan yang merangsang dan memancing perkosaan.
Kemudian Medusa dihukum, dan hukumannya begitu mengerikan. Medusa seorang wanita yang sangat cantik, pintar, suaranya sangat merdu, yang dulunya rambutnya ikal kemudian dikutuk menjadi wanita berambut ular. Medusa disiksa karena telah menggoda laki-laki.
Tak Cuma kepalanya dikutuk ditumbuhi ular, matanya yang sayu yang menjadi sumber kemaksiatan, dikutuk oleh Paris Athena menjadi sumur api. Sehingga ketika Medusa melihat laki-laki, maka seketika laki-laki itu akan berubah menjadi arang karena terbakar. Sehingga seluruh lelaki Athena ketakutan dan menghindari tatapan mata dari Medusa. Sehingga Medusa menjadi sebuah kepanikan di Athena. Sehingga sejak saat itu, Medusa dikenal sebagai Monster Kota Athena.
Kemudian dicari cara untuk melenyapkan Medusa. Namun tak satu laki-laki pun yang berani menghadapi Medusa. Kemudian, ditemukanlah seorang pahlawan bernama Parseus yang merupakan komandakan pasukan Athena. Parseus diperintahkan untuk membunuh Medusa. Saat mencoba membunuh Medusa, Parseus berkali-kali hampir terkena sorot mata Medusa.
Karena gagal berkali-kali, suatu waktu Parseus mengintip Medusa saat sedang tidur, ternyata Medusa ketika akan tidur melepas matanya supaya bisa tidur dengan nyenyak. Maka saat itulah, saat Medusa tidur Parseus memenggal kepala Medusa. Kemudian dari genangan darah Medusa, muncul sesosok kuda kecil yang memiliki sayab yang dikenal sebagai Pegasus. Dan Pegasus adalah dewa Kebudayaan.