2 Maret 2015

Pendaurulangan Pelumas Bekas dengan Pemanfaatan Bentonit dan Batubara

Peneliti : Azka Hanif dan Ivan F
Pembimbing : Fendi Rohmawan
Sekolah : SMA Pribadi Depok
Kompetisi : Indonesian Science Project Olympiad 2013

Pendaurulangan Pelumas Bekas dengan Pemanfaatan Bentonit dan Batubara. Azka Hanif dan Ivan F. ISPO 2013.
Bentonit adalah salah satu produk bahan galian mineral dengan berbagai kegunaan dalami ndustri, terutama sebagai penjernih atau pemucat warna, mampu meningkatkan kejernihan minyak pelumas hasil proses daur ulang dengan batubara. Proses penjernihan dilakukan dengan menambahkan sejumlah bentonit pada pelumas yang sebelumnya telah dipanaskan dan ditambah surfaktan alkilbenzensulfonat yang berfungsi membentuk system emulsi air-minyak.

Berat bentonit yang ditambahkanadalah 6 g sedangkan konsentrasi alkilbenzensulfonat yang ditambahkan adalah 17,5%. Nilai absorban yang diperoleh adalah 0,295. Nilaiabsorban ini sudah sesuai dengan kisaran nilai absorban standar base oil.

Untuk makalah lengkap, bisa di unduh di sini

Olimpiade Sains Nasional 2015

Even kompetisi terbesar dan paling prestisius untuk siswa SMA telah dimulai. Ada banyak bidang yang diperlombakan tepatnya 9 bidang, meliputi Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Komputer, Atronomi, Ekonomi, Kebumian, dan Geografi. Semua bidang tersebut telah memulai seleksi tahap pertama yaitu ditingkat Kabupaten/ Kota Pada 10 hingga 13 Februari 2015 lalu.

Arya Purwasatya Salim (Perunggu IJSO 2014, Argentina)
Yang kini Menjadi Skuad OSN Bidang Kimia SMA Pribadi Depok 2015

Kompetisi OSN ini memang penyaringannnya dilakukan dengan bertahap dan sangat ketat. Seleksi dilevel pertama adalah di tingkat kota/ kabupaten. Dari sini, 9 peringkat teratas akan maju ke babak berikutnya yaitu ke Level Provinsi. Kompetisi dilevel provinsi selain lebih ketat, level soalnya pun meningkat dari yang 30% materi analisis dan 70% pengetahuan dasar, di level provinsi bisa naik drastis menjadi 50-50. Seleksi provinsi sendiri akan dilaksanakan serentak di seluruh provinsi di Indonesia pada 17 hingga 19 Maret 2015 mendatang. 
Untuk level akhir, atau seleksi tingkat nasional akan dihelat 17 hingga 23 Mei 2015. OSN kali ini rencanya sebagai tuan rumah adalah provinsi Sulawesi Tengah. Dari 9 orang tiap provinsi yang lolos ke tahap Nasional akan bertanding dengan soal yang levelnya sangat berat yaitu 70% soal analisis dan 30% soal dasar. Dengan demikian, pastilah yang lolos ke level nasional telah mempersiapkan dirinya dengan sangat baik.
Mereka tak lagi belajar dengan menggunakan diktat SMA, mereka harus belajar dengan buku-buku universitas bahkan buku-buku ilmu terapan dan lanjutannya pun harus mereka lahap.
Di even nasional inilah akan dibagikan 15 medali di setiap bidangnya, yaitu 5 emas (dengan 1 absolut winner, best theory, best practical), 5 perak dan 5 perunggu.
Setelah perhelatan OSN selesai digelar, ternyata agenda lain menunggu. Siswa-siswa peraih medali ini akan digembleng kembali dalam ajang pelatnas untuk di kirim ke Olimpiade level Internasional. Dari 15 peserta ini hanya akan diambil 5 orang terbaik untuk mewakili Indonesia ke ajang olimpiade internasional macam IBO, IChO, IPO, IMO dan lainnya. Jadi memang tidak ada waktu untuk berleha-leha. Salam akademis