12 April 2010

DAGELAN POLITIK BERBALUT KORUPSI


Bualan politik tak henti-hentinya menyeruak di kalangan elit, serta politik busuk yang bisanya merampok uang rakyat.... "Markus" julukan yang diberikan Satgas Pemberantas Mafia Hukum atau "mickey mouse kasus" yang diberikan ruhut sitompul.... menjadi headline di media masa akhir-akhir ini. Mulai dari Institusi POLRI (dianggap bersih) nyatanya menyimpan tikus-tikus got pemakan pajak.... atau Kejagung, yang merasa sudah mereformasi diri nyatanya menyimpak jaksa - jaksa biadap yang memperjual belikan perkara demi uang haram. Bahkan hakim yang menjadi simbol keadilan, tertangkap tangan menerima suap ratusan juta.

Sungguh ironis, SBY yang menggembar-gemborkan reformasi hukum, nyatnya malah menyimpan ribuan masalah yang terpendam dibalik institusi hukum.... Tak cukup itu, banyak kebijakan hukum yang justru akan membelenggu rakyat kalangan bawah... misal Rancangan PERPU tembakau yang bila digolkan, bisa-bisa banyak petani yang gantung diri lantaran susahnya hidup dinegeri sendiri, karena pemerintahnya yang lebih suka rakyatnya menjadi jongos di negeri orang daripada berusaha hidup layak di negerinya.
Lagi-lagi rakyat dikorbankan, tak cukup dilevel bawah.... dilevel menteri pembantaian rakyat juga terjadi... mulai dari blunder ACFTA yang membuat pengusaha dalam negeri gulung tikaar sampai rencana kenaikan cukai dan TDL.... ini sungguh membuat geram... Apasih kerja pemimpin bangsa ini hasil pemilu 35 T, apa sih peran pemerintah kok malah jadi penjajah bagi kaumnya sendiri... Pantas saja, cuma modal politik pencitraan... pantas saja memang anthek barat... antek amrik..., berselimut korupsi... pemakan uang pajak.... kapan negeri ini akan bangkit nek pemimpine kayak gini terus..
Nampaknya tak cukup 350 tahun kita dijajah nampaknya tak cukup 35 tahuan dibawah rezim otoriter,,, tak cukup nampaknya 10 tahun reformasi... untuk membuat bangsa ini maju... pakah para pemimpin telah buta... apakah pemimpin kita telah terjerat perjanjian dengan syaitan? Na'udhubillahimindhalik.... semoga yang diatas mengampuni kita semua....

22 Maret 2010

UJIAN NASIONAL PASUNG NILAI PENDIDIKAN

Ujian nasional Pasung Nilai Pendidikan sengaja penulis pilih sebgai tajuk karena memang, bulan Maret dan April merupakan bulannya Ujian Nasional. PEnulis merasa Ujian Nasional tidak sesuai dengan amanah undang-undang SISDIKNAS, dimana pendidikan harus dilihat dari 3 ranah, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Ujian nasional yang hanya mengambil salah satu ranah penentu kelulusan yaitu Kognitif saja dirasa sangat tidak mendidik. Siswa hanya di "Plethet" (nuwun sewu kaya tempe ajah...) untuk menyelesaikan soal-soal yang diperuntukan untuk ujian nasional. Ini sangat membatasi gerak guru selaku agen pendidikan. Guru terpaksa hanya mengajarkan bagaimana soal-soal diselesaikan, tanpa harus memperhatikan manfaat yang didapat siswa tentang materi pelajaran yang didapat....


Selain itu, pendidikan yang menyenangkan seperti yang dicanangkan menteri Pendidikan Nasional dirasa jauh panggang dari api. Pendidikan kini mirip sebuah siksaan batin, dimana siswa dihadapkan pada kondisi-kondisi yang memasung kreativitas dan indahnya sekolah. Seolah berganti menjadi seleksi alam yang tak sesuai dengan falsafah pendidikan.
Memang pemerintah menginginkan pendidikan Indonesia maju dengan diadakanya Ujian Nasional. Ada standard baku mutu yang mengatur kualitas siswa. Namun itu dirasa tidak adil..., karena pendidikan di Jakarta disamakan dengan pendidikan di PAPUA ataupun di Perbatasan RI-Malingsia. Ini jelas tidak sepadan darimanapun kita melihatnya, dari sarana, gizi, bahkan jumlah guru dan kualifikasi gurupun sudah tak sebanding, bagai langit dan bumi...
Ini PR besar bagi pemerintah, tidak hanya hasil INSTAN yang diharapkan dengan mengorbankan pendidikan, namun harus ada upaya sistematis untuk memperbaiki kondisi pendidikan mulai dari sarana, prasarana, guru hingga manajemen...
Semoga ini menjadi pebelajaran bagi semua pihak. PEndidikan yag berkualitas memang bulan dihasilkan dengans sesaat, namun harus ada itikat baik dan kerja keras dar semua elemen dunia pendidikan nasional...
Jayalah PEndidikan Indonesia....