Bangkai Busuk Terkuak.... sebuah tajuk yang kami pilih untuk mengomentari apa yang terjadi di kalangan elit negeri ini. Sebuah skenario besar untuk mengkebiri KPK terkuak. Tak lain ternyata aktor intelektual adalah oknum aparat negara. Coba bayangkan seorang POLISI berbintang dan wakil Jaksa Agung terlibat pengaturan skenario ini. Apa sebejat inikah nurani penegak hukum kita...? Saya sebagai seorang warna negara merasa malu.
Namun institusi MARKUS (nuwun sewu: makelar kasus) ini malah melindungi dengan memutarbalikan fakta. Kapolri yang dulu menyatakan menjamin bahwa tidak ada rekayasa dalam kasus ini (nuwun sewu: untuk melindungi "bolo") harusnya malu dan MENGUNDURKAN DIRI dari jabatannya setelah rekayasa terkuak dan tersebar dan terbongkar di meja mahkamah konstitusi. Jaksa agung sebaiknya segera angkat koper dari gedung bundar (Gedung Kejagung) karena anak buahnya yang di lindungi terbukti berkhianat.
Kenyataan bahwa para koruptor terlibat kasus "kakap" ini tak ayal segera terungkap. Nama-nama lain kini mulai terseret Anggodo (nuwun sewu: adik seorang maling 700 M ,Anggoro), Mantan menteri kehutanan MS kaban (nuwun sewu: yang membebaskan Adelin Lies kabur ke Luar Negeri--seorang cukong kayu curian terbesar sak asia) dan bahkan menyeret-nyeret SBY... bukan main.
Semoga Pak SBY Presiden kebanggaan kita ini tidak terlibat kasus biadap ini dan dapat menyelesaikan apoa yang telah dislogankan saat kamapanye... "Katakan Tidak Pada Korupsi"....
Semangat...
7 November 2009
2 November 2009
sby "I'M SORRY GOOD Bay KPK "
Tajuk Sby I'm Sorry Good bay KPK sengaja saya pilih untuk menggambarkan kondisi realita saat ini. Lembaga Transparansi Internasional mencatat "KPK jaya dan Hancur di massa SBY". Sebuah ironi ketika dahulu ketika SBY memakai KPK Sebagai jargon kampanye, masih ingat "katakan tidak untuk Korupsi", slogan kampanye yang membuat rakyat bangsa ini tergila-gila dan luluh memilih SBY, Namun kini seperti ironi, penegakan pemberantasan korupsi malah dirasa terkebiri. Kami mengutip sebuah pusi Negeri Para Bedebah yang dibacakan di depan gedung KPK,
Negeri Para Bedebah
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
luar biasa puisi ini (nuwun sewu: nyindir po ngepasne?). Memang ini bukan hanya sekedar hujatan, bukan hanya panah di telinga tapi harapanya nanti para penguasa sadar apa amanah yang diberikan rakyat kepada mereka, apa yang telah dipercayakan rakyat kepada mereka. Suatu saat kelak pasti akan ada balasan ketika mereka telah menghianati kepercayaan rakyat.
Suadah saatnya korupsi di bumi hanguskan, sudah saatnya kebobrokan di lenyapkan...
jayalah Indonesiaku.....
Negeri Para Bedebah
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
luar biasa puisi ini (nuwun sewu: nyindir po ngepasne?). Memang ini bukan hanya sekedar hujatan, bukan hanya panah di telinga tapi harapanya nanti para penguasa sadar apa amanah yang diberikan rakyat kepada mereka, apa yang telah dipercayakan rakyat kepada mereka. Suatu saat kelak pasti akan ada balasan ketika mereka telah menghianati kepercayaan rakyat.
Suadah saatnya korupsi di bumi hanguskan, sudah saatnya kebobrokan di lenyapkan...
jayalah Indonesiaku.....
Langganan:
Postingan (Atom)