3 Desember 2010

PENGHIANAT KONSTITUSI....

Jual murah...jual murah...., polemik penjualan murah Krakatau Steel oleh pemerintah nampaknya merupakan bukti baru "ada yang salah" dalam pengelolaan negara di sektor ekonomi. Sektor strategis macam baja dan minyak bumi sesuai amanah konstitusi seharusnya dikuasai dan dikelola negara dimana digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Eh... ini malah diobral 850 rupian per lembar saham, harga yang begitu merendahkan diri, harga selembar saham BUMN Paling diminati di seluruh dunia hanya berharga tak lebih dari sebungkus kacang....
Aneh bin ajaibnya lagi siapa pembeli mayoritas saham tidak dibuka secara penuh ke masyarakat. walau rencananya 65 % adalah rakyat Indonesia, namun rakyat yang mana..., jangan-jangan malah maling-maling yang diberi jatah... Akankah negeri ini kembali kehilangan aset berharganya lagi? setelah Indosat dijual oleh Megawati yang ngakunya anak Proklamator, dimana saat itu dilego Rp.6 T... padahal harganya bisa mencapai Rp. 150 T, yang kini juga ikut menghujat pemerintah sekarang....
Sektor Baja memang menjadi incaran berbagai pihak, mulai dari asing dan swasta yang didalangi asing...., dimana sektor ini begitu menggiurkan. Bayangkan saja kita adalah penghasil bijih besi terbesar didunia, penduduk kita 250 juta orang, kebutuhan kita mencapai 300 juta ton baja pertahun... apakah pemerintah sekarang buta...
Ini jelas-jelas penghianatan terhadap konstitusi dan ideologi bangsa, Pemerintah sekarang menyeret bangsa ini makin dalam ke jurang Kapitalisme dan Liberalisme.Semoga Alloh mengampuni bangsa ini....

2 September 2010

Ketegasan Yang Dipertanyakan....

Seminggu lebih, Bapak Presiden Terhormat menjadi buah bibir di media masa baik media cetak maupun elektronik. Ini tak lain karena sikapnya yang lembek dan lama.....banget menanggapi isu pelecehan harga diri dan kedaulatan bangsa oleh "malingsial" (nyuwun ngapunten pakde Tun Abdul Razak dan Ahmad Badawi). Pak Presiden kita tercinta itu terkesan memble dan takut sebelum berperang. Emang bener, malingsial punya sekutu kayak Inggris, tapi kan kita punya 250 juta serdadu yang siap mati demi merah putih. Tengok komentar Bung Karno menanggapi ulah malingsial dulu.... "Seribu serdadu Malaysia masuk ke Indonesia, 1 juta sukarelawan menumpahdarahkan dirinya untuk negara..." Sukarno juga berani menantang kebijakan Barat soal imperialisme dan liberalisme yang menguntung kaumnya sendiri (penajajah maksudnya). Tapi kok nampaknya SBY adem ayem saja dan terkesan meredah diri di depan bangsa yang pernah kita cerdaskan dan sekarang blagu....
Yang paling kentara negara yang ngakunya sahabat, melukai perasaan sahabatnya dengan menangkap petugas yang secara sah berada di wilayah Republik Indonesia. Kalo Amerika, mungkin tu malingsia dah jadi abu kayak WTC.... he3....,
memang kita akui, kita hanya punya rongsokan senjata... yang membunuh tentara ketika latihan. Tapi kita kan punya semangat bambu runcing, buktinya belanda bersama sekutu saja kalah di ujung bambu, sedangkan mereka punya artileri yang tertangguh dipasifik saat itu....kita tak gentar dengan modal takbir...
Bagaimana bangsa ini mau disegani, mohon maap pak presiden... nampaknya kok bersembunyi diketiak diplomasi dan santun. Padahal jaim tu bagus pak... malah membuat kita makin dilecehkan....
walau begitu saya masih percaya sama pak presiden, saya percaya beliau mampu, meski bergerak seperti si BuYa yang pelan tapi sampai juga....
(Foto SBY diambil dari detik.com )